Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Pengertian Yatim dalam Syariat

Terdapat perbedaan pengertian “yatim” ditinjau dari pengertian bahasa Indonesia dan pengertian syariat. Penting mengetahui pengertian syariatnya agar tidak salah memahami nash yang terkait dengan hukum Islam semisal anjuran menyantuni anak yatim. beehappy Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yatim adalah tidak beribu atau tidak berayah lagi (karena ditinggal mati). Jika dikombinasikan dengan piatu maka maknanya adalah tidak punya bapak lagi sedangkan piatu tidak memiliki ibu. [1] Yatim dalam pengertian syariat adalah anak yang ditinggal mati bapaknya dan ia belum mencapai usia baligh. Karena kurang paham pengertian syariat, sebagian kaum muslimin memberikan santunan kepada orang yang tidak ada ayahnya tetapi sudah baligh bahkan ia sudah menikah dan mempunyai keluarga. Pengertian ini berdasarkan hadits, لَا يُتْمَ بَعْدَ احْتِلَامٍ “Tidak ada yatim setelah ihtilaam (mimpi basah/baligh).” Dalam Kamus Bahasa Arab Mu’jam Al-Ma’ani Al-Jami’ dijelaskan pengertian Yatim: الصَّغ...

Kajian Tentang Hak-Hak Anak Yatim

Gambar
beehappy Ka’ab bin Malik RA berkata, “Masalah pertama yang menyebabkan Abu Lubabah tercela adalah karena dia dan anak yatim berselisih tentang dahan banyak tangkai (yang disenanginya).” Keduanya mengadu kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan beliau memenangkan Abu Lubabah. Anak yatim tersebut menangis. Lalu Rasul bersabda, “Wahai Abu Lubabah, berikanlah dahan itu untuknya.” Abu Lubabah keberatan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengulangi permintaan beliau, “Berikanlah dahan itu kepadanya dan kamu akan mendapatkan surga.Tapi, Abu Lubabah tetap menolak. Tidak lama kemudian datanglah Abu Dahdah menghampiri Abu Lubabah seraya berkata, “Juallah dahan itu dengan dua kotak kebunku.” Abu Lubabah menerimanya.  Lalu, Abu Dahdah membawa dahan itu kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Ia berkata, “Wahai Rasul, jika aku berikan dahan ini kepada anak yatim itu, apakah aku akan mendapatkan semisal dahan ini di surga.” Nabi Muhammad Shallallahu ...

Kepedulian Islam terhadap Nasib Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Allah  subhanahu wa ta’ala  menjadikan sebagian manusia sebagai fitnah (ujian) terhadap sebagian yang lainnya. Yang miskin merupakan ujian bagi yang kaya dan sebaliknya, yang kaya adalah ujian bagi yang miskin. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah  subhanahu wa ta’ala  dalam firman-Nya: وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا “Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Rabb-mu Maha Melihat.”  ( Al-Furqan: 20 ) beehappy .Tanpa diragukan lagi bahwa keberadaan anak yatim serta kaum dhuafa` seperti fakir miskin, para janda, dan yang lainnya merupakan dua golongan masyarakat yang berhak untuk mendapatkan perhatian dan pemeliharaan. Allah  subhanahu wa ta’ala  banyak sekali menyebutkan di dalam Al-Qur`an tentang anjuran untuk menyayangi dan berbuat baik kepada dua golongan tersebut. Allah  subhanahu wa ta’ala  telah berfirman: “Bukanl...

Batasan Anak Yatim Disebut Yatim

Gambar
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. beehappy Bulan Muharram sangat akrab dengan pembahasan yatim. Pasalnya, banyak orang menganggapnya sebagai bulan memuliakan anak yatim. Kita lihat, pada bulan Muharram ini, di beberapa tempat diadakan santunan anak yatim. Panti-panti asuhan banyak kebanjiran kunjungan donatur dan santunan-santunan. Dari Muharram, ada satu harinya yang dianggap sebagai hari raya anak yatim, yakni hari ‘Asyura. Terdapat riwayat yang menjelaskan tentang keutamannya yang fantastis, menerangkan keutamaan mengusap kepala anak yatim pada hari 'Asyura: وَمَنْ مَسَحَ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رُفِعَتْ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلَى رَأْسِهِ دَرَجَةً فِي الْجَنَّةِ “ Dan siapa yang mengusap kepada anak yatim pada hari ‘Asyura maka dengan setiap rambutnya diangkat baginya satu derajat di surga. ” Namun sayang riwayat-riwa...